Skip to main content

Posts

Featured

Memotret Perpisahan

Dikehidupan dewasa, berpisah adalah salah satu jalan menuju kebahagian.  Kenapa? karena mereka melepaskan beban yang terkurung dalam ruang yang sudah tak berjalan beriringan dengan berpisah dan membuka pintu bahagia.  Namun, mengakhiri tak semudah mengusap air mata.  Butuh lebih dari air mata, sebut saja keberanian. Aku rasa itupun belum cukup.  Semudah itu mengakhiri hingga membuat penonton takjub, dia menjadi individu bebas menari.  Ingin rasanya ku buka isi kepalanya. Aku melihat tidak ada air mata jatuh.  A ku melihat mereka menjadi asing. Semudah itu.  Cerita-cerita liar yang terdengar, tak mengusiknya. Dia tetap berjalan, seolah tak mendengarnya.  Seperti tak ingin membuka kenangan itu kembali. B erjalan diam dalam terang, tenggelam dalam tangis malam.  Tidak ada adegan, seseorang mencoba menelepon untuk mendengar suaranya seperti di film-film.  Tidak ada adegan, seseorang mencoba mengirim pesan singkat kepadanya.  Semua memat...

Latest Posts

Berlomba - lomba Olahraga

Kali dan Jingga

Kenang, 1989

Menulis Karena Terusik Sebuah Lagu

Asanka ; Ide, Gagasan

Biru

Di penghujung pukul sebelas malam

Memanjakan Lidah Di Tempo Gelato

Danau Biru Cigaru, Pesona Baru Kabupaten Tangerang

Pengalaman Pertama : Kerja Paruh Waktu